Monthly Archives: November 2015

INFO SEHAT – ETIKA BATUK

BAGAIMANAKAH ETIKA SAAT  BATUK DAN BERSIN UNTUK MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT ???

Batuk dan bersin sering kali kita alami secara tidak terduga dan dimanapun kita berada.

Batuk dan bersin merupakan salah satu cara yang baik dan cepat dalam menularkan penyakit kepada orang lain yang berada disekitar kita.

Mengapa demikian ??

Saat batuk dan bersin,  akan kita rasakan adanya cipratan keluar dari hidung maupun mulut. Cipratan itu berisikan mikroorganisme atau kuman – kuman. Cipratan tadi akan terbang bebas diudara sehingga akan dapat terhirup oleh orang –orang yang berada disekitar kita. Akhir yang didapat adalah penularnya batuk dan flu dengan cepat.

Untuk itu kami memberikan tips bagaimana kita mencegah penularan batuk dan flu dengan mudah :

  1. Bila kita sedang menderita batk atau flu, sebaiknya gunakan masker. Penggunaan masker harus dengan tepat yaitu menutup hidung sampai kedagu.
  2. Atau bila kita batuk atau bersin, segera tutup hidung dan mulut dengan menggunakan tissue lalu buang tissue ke tempat sampah yang tersedia dan lakukan cuci tangan.
  3. Bila kita tidak membawa tissue, maka gunakan lengan atas bagian dalam kita untuk menutup hidung ddan mulut.

Tidak dianjurkan untuk menutup dengan telapak tangan, bila tidak ada fasilitas cuci tangan di tempat tersebut.

Mudah dan simple kaannnn ??

Ayo cegah penularan dan penyebaran penyakit dengan budaya hidup sehat.

 

Semoga bermanfaat,

 

 

Salam Sehat

Rumah Sakit Mulya

INFO SEHAT – AYO CUCI TANGAN

Tahukah Kita Bahwa Dengan Tindakan Kecil Dapat Mencegah Penularan Dan Penyebaran Penyakit Disekitar Kita ?????

Tindakan kecil apakah itu ??

Tindakan itu adalah pelaksanaan kebersihan tangan ( cuci tangan ).

 

Seringkali kita melupakan dan mengganggap bahwa cuci tangan tidak penting dan cenderung tidak menghiraukan atau melupakannya.

Ternyata dari penelitian didapatkan bahwa dengan pelaksanaan cuci tangan dapat menekan terjadinya penularan penyakit  50 – 90 % !

Tangan kita merupakan salah satu tempat tingggal berbagai macam Mikroorganisme / Kuman . Mikroorganisme tersebut ada yang berasal dari diri kita sendiri dan ada yang berasal dari luar diri kita yaitu lingkungan sekitar melalui sentuhan tangan kita, terhadap benda – benda yang ada disekitar kita.

Mikroorganisme tersebut mempunyai sifat untuk  berkembang biak secara terus menerus ditangan sehingga populasinya bisa berlapis – lapis dan beribu – ribu jenis. Seandainya kita menggunakan tangan untuk makan atau menyentuh makanan tanpa melakukan cuci tangan dapat dipastikan bahwa mikroorganisme tersebut akan menempel di makanan dan  ikut tertelan,  masuk ke dalam tubuh kita. Akibatnya kita akan menderita sakit yang sangat mungkin dan mudah adalah diare. Contoh lainnya, apabila kita saat batuk atau bersin  menutup mulut dan hidung dengan tangan, tetapi tidak melakukan cuci tangan setelahnya, maka penyebaran musim batuk dan pilek akan segera menjamur baik dilingkungan kerja kita maupun dalam keluarga kita bahkan dalam lingkungan rumah kita. Mengapa demikian?? Saat batuk dan bersin, pasti ada cipratan yang terjadi dan menempel pada tangan kita. Cipratan itu pastilah berisi banyak kuman – kuman. Saat kita tidak melakukan cuci tangan dan langsung melakukan aktifitas, maka kuman yang ada ditangan  akan berpindah kelingkungan seiring dengan aktifitas yang kita lakukan  yaitu bisa ke meja kerja, telepon, computer, kursi, tempat – tempat umum lainnya yang digunakan bersama dengan rekan kerja atau keluarga bahkan orang lain. Hal ini menyebabkan berpindahnya kuman tadi ke orang lain saat mereka menyentuh benda-benda tersebut. Sehingga dengan mudah dan cepat batuk serta flu menjamur disekitar kita.  Perawatan luka juga akan cepat mengalami kesembuhan dan tidak berkembang luas bila kita juga melaksanakan cuci tangan dengan baik dan benar.

Banyak contoh dan kejadian disekitar  lainnya karena dampak ketidak patuhan dalam melakukan cuci tangan.

Perlu kita ketahui bahwa cuci tangan bukan hanya milik petugas pelayanan kesehatan saja tetapi semua orang baik orang dewasa maupun anak- anak, dan pelaksanaan dilakukan disemua tempat bukan hanya di rumah, kantor atau sekolah tetapi disetiap tempat saat kita berada.

Cuci tangan dapat dilakukan dengan dua ( 2 ) cara yaitu dengan menggunakan :

  1. Handsrub yaitu cairan yang berbasis alcohol, digunakan bila tangan tidak tampak kotor dan hanya boleh digunakan sampai 5 kali pemakaian yang selanjutnya harus menggunakan sabun dan air mengalir.
  2. Sabun dan air mengalir, ini dilakukan bila tangan kita tampak kotor  atau setelah menggunakan handrub sebanyak 5 kali.

Kapan sajakan waktu kita untuk melakukan cuci tangan????

Waktu atau moment uuntuk melakukan cuci tangan sebenarnya tidak terbatas, disiini kami memberikan beberapa contoh antara lain :

  1. Sebelum dan sesudah makan.
  2. Setelah dar kamar mandi / toilet.
  3. Sebelum menyentuh bayi atau anak – anak.
  4. Setelah menutup mulut saat batuk atau bersin.
  5. Setelah memegang binatang.
  6. Setelah main dari luar rumah.
  7. Sebelum setelah berkunjung ke fasilitas kesehatan.
  8. Sebelum dan setelah menjenguk orang sakit.
  9. Setelah naik angkutan umum.
  10. Saat sampai rumah dari tempat kerja atau tempat umum lainnya.
  11. Sebelum dan setelah memegang luka.
  12. Setelah memegang benda yang berdebu.
  13. Saat sampai ditempat kerja.
  14. Sebelum dan setelah memasak makanan

Nah, itulah hal kecil yang harus kita ketahui tentang pentingnya manfaat cuci tangan untuk mencegah penularan serta penyebaran penyakit disekitar kita.

Semoga bermanfaat.

 

Salam Sehat

Rumah Sakit Mulya

Hand Hygiene Dance Competition

Dalam rangka memeriahkan perlombaan “Hand Hygiene Dance Competition 2015” yang diselenggarakan oleh Komite PPI Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Mulya mengirimkan 3 Dance Team yang terdiri dari beberapa unit, antara lain :

Tim Unit Keuangan Rumah Sakit Mulya

Tim Unit Keperawatan ICU & Kamar Operasi Rumah Sakit Mulya

Tim Unit Keperawatan Umum (Cendana & Eboni)

 

 

Tim Unit Keuangan Rumah Sakit Mulya

Tim Unit Keperawatan ICU & Kamar Operasi Rumah Sakit Mulya

Tim Unit Keperawatan Umum (Cendana & Eboni)